Teh Talua dan Sebuah Proses
“Andi, makan wak ciek lu di tampek ambo!” ( Andi, makan dulu yuk di tempatku! ) “Yuk, Mak Heri.” ( Yuk, Om Heri. ) Setelah melakukan aktivitas bersama Mak Heri, kebetulan tadi kami baru saja pulang dari panti asuhan binaannya Mak Heri, aku sering sekali bantu anak-anaknya terutama ketika diminta bantuan mengerjakan PR atau sekedar belajar cara menulis artikel ataupun ya sekedar puisi lah. Di sana, aku benar-benar seolah menemukan sesuatu yang berbeda, ya, berbeda dengan suasana kampus yang lama. Beberapa dari mereka terlalu individualis, dan terlihat sombong. Ya, mungkin karena kampusnya memang terkenal eksklusif di kalangan para mahasiswa lainnya. Ah, entah kenapa aku teringat sama Tino, orang yang sukses memfitnahku dengan video pornonya yang membuatku harus dikeluarkan dari kampus itu. Gimana ya kabarnya si banci kaleng itu? Apakah masih sering dia mencari cara curang untuk mengalahkan orang yang bersaing dengannya? Berkumpul dan makan bersama memang sudah menjadi...