Posts

Teh Talua dan Sebuah Proses

Image
“Andi, makan wak ciek lu di tampek ambo!” ( Andi, makan dulu yuk di tempatku! ) “Yuk, Mak Heri.” ( Yuk, Om Heri. ) Setelah melakukan aktivitas bersama Mak Heri, kebetulan tadi kami baru saja pulang dari panti asuhan binaannya Mak Heri, aku sering sekali bantu anak-anaknya terutama ketika diminta bantuan mengerjakan PR atau sekedar belajar cara menulis artikel ataupun ya sekedar puisi lah. Di sana, aku benar-benar seolah menemukan sesuatu yang berbeda, ya, berbeda dengan suasana kampus yang lama. Beberapa dari mereka terlalu individualis, dan terlihat sombong. Ya, mungkin karena kampusnya memang terkenal eksklusif di kalangan para mahasiswa lainnya. Ah, entah kenapa aku teringat sama Tino, orang yang sukses memfitnahku dengan video pornonya yang membuatku harus dikeluarkan dari kampus itu. Gimana ya kabarnya si banci kaleng itu? Apakah masih sering dia mencari cara curang untuk mengalahkan orang yang bersaing dengannya? Berkumpul dan makan bersama memang sudah menjadi...

Surat Untuk Sang Penggoda Iman

Image
8 November 2015 10:50 p.m (GMT+7) “AKU MASIH MENCINTAIMU” Yogyakarta, 8 November 2015 Untuk para penggoda iman, Ini aku, pemakai jasamu yang tidak frekuen, tetapi sudah berstatus menjadi seorang pecandu. Aku jadi teringat, awal-awal ketika aku diperkenalkan oleh teman-temanku ke kamu sekitar 5 tahun lalu. Hal itu merupakan perkenalan yang cukup aneh, karena waktu itu, aku merasa seolah-olah dipaksa untuk berkenalan denganmu. Awalnya, aku tidak tertarik padamu, bahkan ketika mengenalmu, aku bahkan berkata dalam hati, “Apaan nih yang gue tonton?” Tetapi, entah ada apa gerangan, tiba-tiba, aku mulai tertarik kepadamu setelah bertemu denganmu meski hanya melalui layar saja. Aku jadi teringat dalam pertemuan yang kesekian, dimana aku akhirnya mengalami mimpi basah pertama. Mungkin, karena kenikmatan yang dirasakan ketika itu sangatlah besar.Terus terang, aku tidak tahu harus berkata apa setelah itu. Setelahnya, aku jadi tertarik untuk bisa menggunakan jasamu, koleks...

Cerpen | Bantuan Dari Dunia Maya

Image
Pasa jalan dek batampuah, lanca kaji dek baulang Akhirnya, aku kembali dipertemukan dengan indahnya kota Yogyakarta ini. Ya, aku baru saja diterima sebagai wartawan di The Indonesian Eyes, sebuah media online yang masih seumur jagung dan sudah mencapai kesuksesan, ya setidaknya mulai disejajarkan dengan media online seperti VICE, Kumparan, ataupun Brilio. Namun, ada satu hal yang membuat The Indonesian Eyes menarik terutama untukku. Yaitu, adanya pembahasan dari berbagai macam topik yang dibahas oleh wartawan dengan spesialisasi di bidang tersebut. Memang, waktu wawancara dengan pihak editor tersebut, aku menyatakan minat untuk mengisi di bagian yang berhubungan dengan psikologi, seni dan kesehatan. Yang disebut terakhir sendiri merupakan bidang yang masih dibutuhkan oleh Indonesian Eyes. Itu menurut Bang Ari, selaku chief editor dari The Indonesian Eyes. Ah, berbicara tentang kota Yogyakarta ini, aku pun teringat dengan seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidupku. O...

Cerpen | Kesempatan Kedua

Image
Gunuang biaso timbunan kabukik, lurah biaso timbunan aia Lakuak biaso timbunan sampah , lauik biaso timbunan ombak Nan hitam tahan tapo, nan putiah tahan sasah Di sasah bahabih aia, dikikih bahabih basi OoOoOoOoOoOoO Kutipan akhir dari Cerpen | Nostalgia Itu Bernama Kutukan “ANDI! LO MEMANG TERLAHIR UNTUK JADI SAMPAH! INI HADIAH UNTUK BUAT LO!”  Bang Haris kasih pukulan tepat di ulu hatiku. Mulutku mulai mengeluarkan darah. Ah, memang sudah saatnya untuk mati hari ini jika memang benar aku ditakdirkan untuk menjadi sampah.  “ALLAHU AKBAR! LA ILLA HA ILALLAH! Sudah saatnya aku menghadapmu, Tuhan.” OoOoOoOoOoOoO “ALLAHU AKBAR!” Aku pun terbangun setelah harus mengalami mimpi buruk itu. Memang, pada beberapa periode dimana aku sakit, akan selalu ada mimpi buruk yang menghampiriku. Mimpi itu seolah menandai bahwa kondisiku sudah membaik. Tersadar dengan semua mimpi itu, aku pun menyadari bahwa sekarang sudah pukul 13.00. Yak, aku sudah mele...