Posts

Cerpen | Petuah Si Pembungkus Permen

Image
Ilustrasi | sumber gambar : aliexpress.com Di satu pagi yang tenang, aku mulai diri termenung menatap laptop di kamarku. Menunggu alarm yang ada di teleponku berbunyi untuk mengingatkanku akan jadwal olahraga pagi yang menyebalkan itu, jika tidak karena lemak di tubuhku yang menumpuk, mungkin aku abaikan saja alarm itu. Pagi itu, aku sedang kehabisan inspirasi untuk mengarang cerita setelah cerita yang sebelumnya aku terbitkan terpaksa aku tarik karena alasan pribadi. Ya, susah memang menghadap orang yang mudah tersinggung atas karya sastra. Marahnya bisa berjam-jam bahkan mungkin berhari-hari dan bisa menular ke yang lainnya juga. Infeksius. Seharusnya, hari ini aku mulai diriku dengan belajar beberapa materi untuk Uji Kompetensi namun aku harus membiarkan Inersia bekerja lagi pada diriku. Aku mulai baca dan catat satu persatu materi yang perlu dihafal, kemudian beberapa selang setelahnya, aku mulai tergoda dengan beberapa media. Entah itu foto cewek Jepang yang selalu men...

Kaede: Konsep Mentalitas Baru

Image
Sumber gambar : Sumber Pagi ini, aku bangun cukup telat dan tidak sempat mengikuti Sholat Shubuh berjamaah di mesjid. Beberapa hari ini, aku disibukkan lagi dengan tugas liputan yang memaksaku untuk pulang hingga pukul 12 malam, bahkan pernah aku sampai harus tidur di kantor. Sehingga, pernah ada suatu waktu dimana aku ke kantor dan membawa beberapa baju ganti, hanya sekedar untuk berjaga-jaga jika aku harus bermalam di kantor disertai juga dengan kemungkinan aku harus kembali meliput di pagi hari. Pekerjaan yang cukup melelahkan sebenarnya menjadi seorang wartawan yang bekerja di kantor media dengan karyawan yang cukup sedikit namun tuntutan kerjanya banyak. Di sini juga, proses rekrutmen tidak dilakukan setiap tahun ibarat adanya akademi, melainkan sesuai dengan jumlah karyawan pada saat itu. Namun, semuanya tidak terasa melelahkan bagiku karena ini adalah pekerjaan yang aku jalani dan memang menarik karena beberapa hal yang bisa aku lakukan. Interaksi dengan para karyawan yang...

Inersia: Sebuah Cerita Tentang Kegagalan

Image
17 Maret 2018, 9:13 p.m (GMT+7) " Kalian itu cuma jago doang bikin anak, tapi susah ngebesarinnya. Lihat aja, pasti besarnya dia ga bakalan jago dalam berhitung. " Pernyataan tersebut dikatakan oleh seorang dokter spesialis Saraf ketika aku berumur 2 tahun. Waktu itu, orang tua aku membawaku ke sana karena statusnya yang sudah mencapai Professor dan sudah disegani se-kota Padang. Aku dibawa karena di saat usiaku sudah menginjak 2 tahun, aku hanya bisa berkata satu suku kata, seperti "Pa" atau "Ma". Belum bisa berkata satu ataupun dua kata seperti "Minta Makan" ataupun "Mau Tidur" yang harusnya menurut KPSP (sebuah kuesioner perkembangan anak di Indonesia, serupa Denver Test) sudah masuk dalam kategori terlambat terutama dari segi kemampuan bicara. Meskipun, untuk menentukan bahwa anak tersebut memiliki keterlambatan dalam perkembangan, masih perlu ditanyakan beberapa isi kuesioner lainnya, baik itu dari segi motorik kasar, halus ...

The Miracle Of Enzyme (Review Dokter Foramen)

Image
PEMBERITAHUAN : Tulisan ini adalah tulisan yang pernah disampaikan sebelumnya dari blog Dokter Foramen (blog kesehatan yang sempat saya bangun di tahun 2014 dan sekarang sudah mati, mungkin beberapa warga Warung Blogger sempat kenal dengan blog tersebut). Rencana, akan ada beberapa tulisan dari blog tersebut yang akan direvitalisasi di akun ini. So, stay tune!  IDENTITAS BUKU 1.      Judul buku          : The Miracle of Enzyme : Self-Healing Program 2.      Penulis buku       : Hiromi Shinya, MD 3.      Penerbit Buku     : Council Oak Books, diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Penerbit Qanita 4.      Tahun Cetakan    : 2009 5.      Ukuran Buku      : 19,6 cm x 17,4 cm x 2 cm (panjang, lebar, tebal) 6.      Harga Buku        : Rp 85.000,- ...